Thursday, July 21, 2011

Happy Birthday Dja..

Happy Birthday Dja.. May all ur wish come true.. Congratulations on your first class last CGPA result!. I am proud of you..

Happy for you..
Seza :)

Pot Luck

Apa itu Pot Luck?

Menurut kefahaman aku, Pot Luck ialah sebuah bekas makanan yang berisi makanan tidak kira sama ada makanan berat atau ringan seperti kuih-muih, buah-buahan, keropok dan sebagainya dibawa ke tempat kerja dan dinikmati bersama rakan-rakan kerja yang lain. Dalam masa yang sama rakan-rakan kerja juga mestilah membawa makanan mereka sendiri.


Inilah makanan yang kami bawa.. bulatan warna merah tu aku bawa.. Hehehh..

Hahh... itulah yang kami buat semalam.. 12 hari lagi akan tiba kedatangan bulan Ramadhan Al-Mubarak yang sangat mulia.. Bulan yang dinanti-nantikan oleh aku..!! Dua tahun aku dapat puasa penuh tanpa kedatangan "peot". Hehheee.. tett..

Ok, berbalik pada cerita semalam. Idea Pot Luck ini di utarakan oleh Puan Jamilah Jabar a.k.a Jem. Setelah memikirkan hari yang sesuai untuk membuat Pot Luck, hari Rabu lah hari bertuah tersebut. Ya, hari yang bertuah ialah Rabu. Sebab hari Khamis dan Jumaat si Sakila ni tak ada. Ada apa pun aku kurang pasti. Minggu depan pula, kami 7 orang ni tak der pulak kat office. Ada tugasan luar.. Kat Mersing plak tu.. Sunyi lah nanti area work station kami.

Kami kumpulkan kesemua makanan yang dibawa ke sebuah bilik yang kami jadikan sebagai "pantry". Kedudukan bilik ini agak privacy sebab pintu masuk menghadap meja Shafazila. Wahh.. Ila la yang boleh jadi mata-mata siapa yang curi-curi tulang. Aku syukur, sebab semua rakan di sini jujur pada diri sendiri. Mereka tahu dan faham tentang masa yang betul apabila berada dalam waktu kerja. Syukurrr.. No issue okey..? 


Inilah bilik kecil yang kami jadikan pantry.. Privacy!

Secara kebetulan, Pot Luck yang kami bawa ini juga meraikan "perpisahan" dan kesyukuran buat seorang rakan yang mendapat jawatan pembantu makmal. Tarikh lapor diri beliau ialah pada 25 Julai 2011 nanti. Tahniah buat Mohamad Farid bin Jumaat.


 Ketibaan Suhada dan Farid yang diraikan..

Alia, Hazwan, Raja Zarina dan Sakila yang sedang menanti rakan-rakan yang lain.

Inilah kami.. Duduk dari kiri: Shafazilla, Suhada, Parimala, Jamilah, Aku, Farid. Berdiri dari kiri: Raja Zarina, Sakila, Eddy, Hazwan.
Sepatutnya ada 12 orang.. Alia yang tukang snap pic nih. Shafiq tiada sebab ada tugasan rasmi.. So, dia di luar daerah.

Anak YM Raja Zakaria.. Suka betul aku tengok dia ambil makanan yang aku masak.. "Nasi goreng suka hati aku la.."

Jamilah a.k.a Jem.. Muka da sikit2 macam Nora Elena dah..

Suhada dan Parimala.. "Parimala, you mesti makan banyak2 tau.. sebab you makan untuk dua orang.. ;p"

Sakila with her Chicken Curry..

Alia.. malu-malu jer dia.. Belakang tu Hazwan. Maaf yer Hazwan, kamu ni suka menyorok.. Tak dapat nak snap pic hang..

Siti Shafazilla Abdul Jalil.. Orangnya suka ketawa..

Inilah dia Muhamamd Farid Bin Jumaat. Kiranya majlis ni merangkap untuk dia lah..

Jem dan Sakila.. aku tak tau lah apa yang hang cuba nak buat..

Apa agaknya mereka nak buat ni

Inilah dia wajah Sakila, Suhada dan Eddy setelah menukarkan mata mereka dengan buah mata kucing.. hahahh

Kalau korang nak tau, rezeki yang melimpah ruah ini tak putus2 sehingga waktu balik.. Desert kami ais krim.. 3 bekas 1.5liter.. Sehingga hari aku menulis ini, ais krim tersebut tak juga habis lagi.. Tapi semua orang dah buat tak tahu sebab dah sakit tekak dan batuk2..

Hey ya...
Seza ;)

Monday, July 18, 2011

Azab Wanita

Artikel ini untuk ingatan diri sendiri, mak, kak long, kak ngah, atem, acha dan dhadeeja..

Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasul menangis.

Beliau menjawab, "Pada malam aku di-isra'- kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.

Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. "Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.

Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

Aku lihat perempuan tergantang kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking.

Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.

Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.

Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,"kata Nabi.

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu?

Rasulullah menjawab, "Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

* Perempuan yang digantung susunya adalah isteri yang 'mengotori' tempat tidurnya.

* Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

* Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

* Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

* Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalk! annya dan tidak mau mandi junub.

* Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta.. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami."Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fat imah Az-Zahra pun turut menangis.

Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.
Subhanallah.. Wallahualam.
Seza (-_-)

Marriage is Commitment

Marriage is just not a decision but a commitment !!

This is a very good article. read it. Those who are still single may learn something from here.... Those who are already married may take it as a guideline to improve your marriage....

DID I MARRY THE RIGHT PERSON?
During one of our seminars, a woman asked a common question. She said, 'How do I know if I married the right person?' I noticed that there was a large man sitting next to her so I said, 'It depends. Is that your husband?' In all seriousness, she answered 'How do you know?'

Let me answer this question because the chances are good that it's weighing on your mind.



Here's the answer. EVERY relationship has a cycle. In the beginning, you fell in love with your spouse. You anticipated their call, wanted their touch, and liked their idiosyncrasies. Falling in love with your spouse wasn't hard. In fact, it was a completely natural and spontaneous experience. You didn't have to DO anything. That's why it's called 'falling' in love...


Because it's happening TO YOU.


People in love sometimes say, 'I was swept off my feet.' Think about the imagery of that __expression. It implies that you were just standing there; doing nothing, and then something came along and happened TO YOU.


Falling is love is easy. It's a passive and spontaneous experience. But after a few years of marriage, the euphoria of love fades. It's the natural cycle of EVERY relationship. Slowly but surely, phone calls become a bother (if they come at all), touch is not always welcome (when it happens), and your spouse's idiosyncrasies, instead of being cute, drive you nuts.


The symptoms of this stage vary with every relationship, but if you think about your marriage, you will notice a dramatic difference between the initial stage when you were in love and a much duller or even angry subsequent stage.


At this point, you and/or your spouse might start asking, 'Did I marry the right person?' And as you and your spouse reflect on the euphoria of the love you once had, you may begin to desire that experience with someone else. This is when marriages breakdown. People blame their spouse for their unhappiness and look outside their marriage for fulfillment.


Extramarital fulfillment comes in all shapes and sizes. Infidelity is the most obvious. But sometimes people turn to work, a hobby, a friendship, excessive TV, or abusive substances. But the answer to this dilemma does NOT lie outside your marriage. It lies within it. I'm not saying that you couldn't fall in love with someone else. You could.


And TEMPORARILY you'd feel better. But you'd be in the same situation a few years later. Because (listen carefully to this):


THE KEY TO SUCCEEDING IN MARRIAGE IS NOT FINDING THE RIGHT PERSON; IT'S LEARNING TO LOVE THE PERSON YOU FOUND.


SUSTAINING love is not a passive or spontaneous experience. It'll NEVER just happen to you. You can't 'find' LASTING love. You have to 'make' it day in and day out. That's why we have the __expression 'the labor of love.'


Because it takes time, effort, and energy . And most importantly, it takes WISDOM . You have to know WHAT TO DO to make your marriage work.


Make no mistake about it. Love is NOT a mystery. There are specific things you can do (with or without your spouse) to succeed with your marriage. Just as there are physical laws of the universe (such as gravity), there are also laws for relationships. Just as the right diet and exercise program makes you physically stronger, certain habits in your relationship WILL make your marriage stronger. It's a direct cause and
effect. If you know and apply the laws, the results are predictable... you can 'make' love.


Love in marriage is indeed a 'decision'... Not just a feeling.


Wo shi Seha ;)

Wednesday, July 06, 2011

Saya tak tahu kenapa saya..

Saya tak tahu kenapa saya jadi terharu dan sayu lepas saya bersalaman dengan awak untuk ke tempat kerja pagi tadi.. Mungkin sebab awak menoleh ke arah saya apabila saya panggil nama awak untuk bersalaman..

Saya tak tahu kenapa saya jadi terharu dan sayu lepas saya bersalaman dengan awak untuk ke tempat kerja pagi tadi.. Mungkin sebab awak tiba-tiba cakap  kat saya "Lain kali kalau nak salam kat dalam rumah.." Sebelum ini awak tak pernah pun tegur bila saya salam awak semasa saya nak naik kereta..

Saya tak tahu kenapa saya jadi terharu dan sayu lepas saya bersalaman dengan awak untuk ke tempat kerja pagi tadi.. Mungkin sebab awak tiba-tiba ucap "Bye.. Jumpa lagi nanti.. Selamat pergi dan selamat balik ye". Awak tak pernah pun ucap apa-apa sebelum ini setiap kali saya cium tangan awak.

Saya tak tahu kenapa saya jadi terharu dan sayu lepas saya bersalaman dengan awak untuk ke tempat kerja pagi tadi.. Mungkin sebab awak betul-betul melihat tepat pada saya.. Macam sayu jer saya tengok wajah awak..

Saya tak tahu kenapa saya jadi terharu dan sayu lepas saya bersalaman dengan awak untuk ke tempat kerja pagi tadi.. Mungkin sebab awak sempat melemparkan senyuman yang sungguh ikhlas pada saya sehingga saya terasa menusuk ke kalbu :').

Saya suka keadaan ini.. Biarlah ia berterusan setiap pagi yer..

Seha :)

I not that once

If once I one that undaunted and adventures. I indifferent what people were saying. Do not said smile, but I euphoria with what I cross. I letting people deceive me. I letting people talk about me. I my sense very strong to wade all. My reason know I can doing all matter with enthusiasm that high. I do not know meaning fail. I do not know meaning of tiredness and asthma.

If I cannot stand and feel depressed, new I narrate with "Diary". My diary always calm me. My diary will give me spirit. My diary shot me strength. Diary will make me laugh and smile. My diary teach how come of age that strong.

But now all will not be any more. My diary leave me. I missing diary. But I cannot looks round more. Live must continue.. There are things that we don't want to happen but have to accept. Things that we don't want to know but have to learn and people can't live without but have to let go.

OMG.. I missed the moment..,
Seha

Monday, July 04, 2011

I am not ready

OMG… I am still counting the day.. I am yet ready packing my stuffs. I will  leaving Malaysia. What if I do not go?

Tuesday, June 28, 2011

Awak dan May yang demam

Semalam awak mesej saya bagitahu yang awak rasa nak demam. Awal juga awak sampai rumah semalam. Saya siapkan dinner awal. Awak mandi dan solat maghrib, awak terus baring atas katil. Awak terlelap. Saya biarkan sebab dah maklum yang awak demam. Jam 8 malam, saya ajak Ibra dan May tengok berita kat TV3. Ibra okey jer. Tapi May cuma dapat bertahan 30 minit depan TV dan kemudian May ajak temankan awak yang tidur kat bilik. Sudahnya, saya ajak Ibra sekali. TV ditutup. Lampu dan kipas pun dimatikan suis. Ruang tamu menjadi gelap. Ibra yang tak puas tengok TV, ajak saya berbual dalam bahasanya. Nyanyi pun dalam bahasa dia. May pun bual dalam bahasa dia. Saya yang ternganga tak paham apa kebenda la korang dorang ni cakap..

Sedang saya melayan Ibra dan May, saya dengar suara awak menahan sakit. Awak demam teruk nih.. Saya nak tolong picit-picitkan awak, tapi May dan Ibra bagai tak mahu saya tinggalkan mereka. Lama saya dengar suara awak menahan sakit. Saya rasa sangat kasihan. Saya nak sangat tolong picit-picitkan awak. Masa terus berlalu dengan suara Ibra yang seronok nak belajar cakap tu. May nangis. Mungkin kerana May nangis agak kuat, awak terjaga. Awak tengok May dari jauh. Awak cakap mungkin May sakit perut, atau May nak disalin pampers, atau May nak susu. Semua itu telah dibuat semasa May ajak ke billik tadi okey.. Jadi May nak apa?

Saya tinggalkan May sebentar. Jam menunjukkan pukul 10.30mlm. Nasi dan lauk-pauk langsung tak terusik. Aku ambil pinggan dan makan sedikit sebagai alas perut. Makan cepat2 sebab tangisan May semakin kuat. Masa itu, awak sedang dukung May untuk memujuk May yang nangis tak henti. Aku dapatkan May dan May diam. Lampu di padam. Ibra juga disuruh tidur.

1.30pagi, aku terjaga sebab terdengar tangisan May. Aku bangun dan usap kepala May. Panas. May demam! Aku ke dapur ambil koolfever dan syrup paracethamol dari klinik. Aku bagi pada May. Aku lekat-lekatkan koolfever tu kat dahi, bawah ketiak dan belakang dada. Sebab kat situ paling panas. Syukur aku ada simpan banyak stock koolfever kat rumah. May tertidur.


Dah, malas nak abiskan cerita..
Seha.

Friday, June 24, 2011

Doa dibulan Rejab

Ya Allah, berkatilah kami pada bulan Rejab dan bulan Sya'ban serta sampaikanlah kami ke bulan ramadhan. Aku bermohon keampunan Allah Yang Maha Agung dan tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Hidup, Yang Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadaNya.

Ya Allah, ya Tuhan kami, tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Engkau yang mencipta aku. Aku adalah hambaMU dan aku dalam genggamanMu. Aku dalam perjanjian untuk beriman dan taat kepadaMu sekadar kemampuan yang ada padaku.

Aku berlindung kepadaMu dari segala kejahatan yang mungkin aku lakukan. Aku mengakui atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku danmengakui dosa-dosaku. Kerana itu akumemohon keampunanMu dan sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa seseorang kecuali Engkau ya Allah.

Doa ini boleh diamalkan disepanjang bulan Rejab dan Sya'ban
Hadis bermaksud: Apabila tibanya bulan Rejab Rasulullah berdoa "Ya Allah, berkatilah hidup kami di buklan Rejab dan Sya'ban dan sampaikanlah hayat kami hingga bulan Ramadhan.

Diriwayatkan oleh Imam al-Thabrani daripada Anas bin Malik.

Renung2kan dan selamat beramal ;P
Seha.

Sehari di hospital

Monday blues...
Bukan aku tak mahu pergi kerja pagi itu.. Ibra yang asyik merengek dan menangis sepanjang dinihari membuatkan aku tak cukup tidur. Gagahi jua seperti biasa. 6.45 pagi aku sudah siap untuk hantar Ibra dan May ke taska dan kemudian ke tempat kerja.. "Awak, tengok ni.. keluar darahla dari telinga Ibra". Aku bergegas mendapatkan Ibra. "Lar.. kenapa nï?" Tanyaku.

"Balik kerja nanti la bawa Ibra ke klinik"
"Dah lambat sangat tu.. awak pun balik dah malam. Kita bawa Ibra ke klinik sekarang..", cadanganku seperti arahan dan keputusan.
"Ok. Hantar May ke taska dulu".


Pagi-pagi buta sukar nak cari klinik swasta yang buka awal. 8.15 pagi poliklinik Rozikin yang terletak di setia indah, 2km dari rumah dah buka tapi pekerja klinik kata doktor hanya sampai jam 10 nanti. Kemudian aku teringat Poliklinik Penawar 24jam kat Taman Istimewa. Nasib Doktor Sara A/P Zachariah ada. Selepas diperiksa gitu gini, doktor tu keluarkan surat minta supaya dirujuk ke wad kecemasan Hospital Sultan Ismail.. Wahh.. serius sangat jer bunyinya.. Berdebar.. Sampai ke wad kecemasan Ibra diturunkan supaya mendaftar dahulu di kaunter kecemasan sementara  aku pergi parking kereta. Di kaunter luar kecemasan, mereka meminta supaya ke klinik sahaja. Tetapi memandangkan surat Dr. Sara mempunyai kuasa tidak boleh menghalang atau mengarahkan untuk menolak pesakit, maka mereka membenarkan Ibra mendapatkan rawatan kecemasan. (Thank you Dr. Sara for being empathy and understanding the problem to this child).

Dr. Norlyiyana Mohyee bertanggungjawab merawat Ibra di wad kecemasan. Banyak betul persoalan dia tentang Ibra sampai aku dan dia bagai terkejar-kejar nak menjawab yang mana satu dulu? Lepas banyak soalan ditanya, doktor itu keluarkan surat supaya dirujuk ke bahagian pakar pula.

Patutla banyak sgt tanya.. rupanya baru "HO"... Doktor pelatih..
Kami ke bahagian pakar di HSI. Mereka meletakkan appointment jam 2.30ptg kerana kesuntukan masa. Masa itu hampir jam 12 tengahari. Kami mengambil keputusan pulang ke rumah untuk makan dan mandikan Ibra sebelum datang semula. Kami juga sempat mendaftar terlebih dahulu bagi memudahkan urusan pada petang itu.


Giliran menunggu.. Sikit punya lama aku menantikan turutan nombor sebegini

Petang di bahagian Pakar HSI..

Ibra dibaringkan untuk sedikit ope8.. Awak dan saya boleh masuk ;p


Ibra diikat bedung supaya tak boleh bergerak..

Dr. Tiong hendak memulakan tugas.. Ibra berdebar-debar..
 
Ibra cuba maintain supaya tidak menangis semasa dirawat

Akhirnya Ibra menangis jua
Awak menenangkan Ibra yang dah mula menangis

Pemeriksaan lanjutan


Doktor Pakar Tiong Siew Ching.. awet muda doktor nih... cantik & pakej... ;D "Sebulan dari sekarang, saya mahu jumpa lagi adik ini yer.." Itu pesan doktor kepada kami... Fasih betul doktor ini berbahasa melayu.. Jelas, tepat dan faham kehendaknya.


Selesai.. Giliran mengambil ubat..


Segala urusan selesai jam 5.00 ptg. Sama macam office hour aku plak... ;P

Saya yang melalui pengalaman ini bersama awak..,
Wo shi seha ;B